Persepsi masyarakat tentang peribadi muslim agak sempit. Kebanyakan antara kita melihat peribadi muslim di sudut ubudiyah sahaja.
Apabila dirumuskan daripada al Quran dan as Sunnah, maka sekurang-kurangnya ada sepuluh profile yang harus lekat pada peribadi seorang muslim.
- Salimul aqidah
- Akidah yang bersih
- Perlu dimiliki oleh semua muslim
- Dengan akidah yang bersih, wujud suatu ikatan yang kukuh dengan Allah, dan beliau tak akan menyimpang dari jalan yang benar
- Seseorang muslim akan dan perlu berserah kepada Allah taala pada semua perkara.
- Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (surah al An’am; ayat 162)
- Shahihul ibadah
- Ibadah yang benar
- Merupakan salah satu perintah Rasulullah yang penting untuk mengamalkan ibadah yang sahih
- “Solatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku solat”, (Hadith)
- Jadi dalam unsur ibadah, harus merujuk pada sunnah tanpa ada penambahan atau pengurangan, sebab ibadah adalah dituntut dengan caranya tersendiri
- Matinul Khuluq
- Akhlak yang kukuh
- Samada dalam hubungannya dengan Allah taala ataupun dengan sesama manusia, makhluk-makhluk Nya
- Rasulullah s.a.w juga diutuskan untuk menyempurnakan akhlak manusia
- Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (al Qalam; ayat 4)
- Qawiyyul Jismi
- Kekuatan jasmani
- Muslimin perlu untuk mempunyai daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fizikal yang kuat.
- Solat, zakat dan haji memerlukan kekuatan jasmani, apatah lagi jihad di jalan Allah
- Pencegahan penyakit jauh lebih baik berbanding dari mengubatinya
- “Mu’min yang kuat lebih aku cintai berbanding mu’min yang lemah” (Hadith riwayat Muslim)
- Mutsaqqoful Fikri
- Intelek dalam berfikir
- Salah satu sifat nabi ialah cerdik (fatonah)
- Banyak ayat-ayat quran mengajak manusia untuk berfikir dan mengkaji, termasuklah mengkaji tentang ciptaan Allah taala
- Dalam Islam, tiada suatu perbuatan pun yang harus kita lakukan melainkan dimulakan dengan berfikir
- (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (az Zumar; ayat 9)
- Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, (al Baqarah; ayat 219)
- Ayat ini memberikan logik kenapa arak diharamkan.
- Mujahidatun Linafsihi
- Berjuang melawan hawa nafsu
- Manusia memiliki kecenderungan baik dan buruk
- Jadi kita perlukan kesungguhan dalam melaksanakan kecenderungan yang baik dan meninggalkan kecenderungan yang buruk
- “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)”, (Hadith Riwayat Hakim)
- Harishun ‘ala waqtihi
- Pandai menguruskan masa
- Ummat Islam amat ditekan supaya menguruskan masa secara efektif agar tiada masa terbuang dengan sia-sia
- Ingatlah lima sebelum lima.
- i. Hidup sebelum mati
- ii. Sihat sebelum sakit
- iii. Lapang sebelum sibuk
- iv. Muda sebelum tua
- v. Kaya sebelum miskin
- Waktu yang telah berlalu tidak akan pulang lagi
- Munazhzhamun fi Syu’unihi
- Keteraturan dalam sesuatu urusan
- Dalam Islam baik masalah ubudiyah mahupun muamalah, telah ada penyelesaian yang begitu teratur sekali
- Urusan tetap dikerjakan dan diuruskan secara professional.
- Qodinun ‘alal Kasbi
- Memiliki kemampuan usaha sendiri
- Atau dengan kata mudah, tidak bergantung pada orang lain
- Tidak sedikit mereka yang mengorbankan pendirian dan prinsip yang mereka anuti disebabkan kebergantungan kepada orang lain, terutamanya kebergantungan dari sudut ekonomi
- Kerana itu, muslim tidaklah semestinya miskin, dan boleh sahaja untuk kaya, bahkan harus sahaja kaya agar dapat ia menunaikan haji, umrah, zakat, infaq, sadakah dan sebagainya
- Disini juga memerlukan seseorang muslimin itu memiliki professional dalam satu-satu bidang yang diceburinya.
- Ada skill dan keterampilan.
- Naafi’un Lighoirihi
- Memberi manfaaat pada orang lain
- Sehinggakan orang merasakan keberadaannya kerana manfaat yang besar darinya.
- “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”, (Hadith Riwayat Qudhy dari Jabir)
sumber: perbincangan di usrah
semua di atas adalah untuk diri sendiri, seterusnya pada anda semua.





